Tentang Lemon basil dan penggunaanya dibidang kuliner
Lemon basil atau Ocimum africanum Lour merupakan salah satu spesies dari genus Ocimum dan termasuk dalam famili Lumiaceae. Salah satu tanaman rempah jenis perdu asli Asia. Lemon basil pada umumnya banyak digunakan dalam industri kimia, farmasi dan makanan karena kandungan minyak atsirinya. Sebagian besar komponen minyak atsiri yang terkandung pada lemon basil merupakan senyawa citral, geranial, neral dan linalool, sehingga aroma dan rasa lemonnya sangat kuat (1). Dalam industri makanan bagian daun dan biji dari lemon basil dapat dimanfaatkan. Di Asia Tenggara khususnya daun lemon basil diolah untuk menghasilkan hidangan dengan rasa dan aroma yang unik seperti hidangan sup, tumis, dan kari.
Daun segar lemon basil juga dapat langsung dikonsumsi sebagai salad. Daun lemon basil yang aromatik bisa dicampur dengan rempah lain seperti bawang putih, lada, serai, jahe untuk digunakan sebagai bumbu olahan ikan dan daging. Selain daun, biji lemon basil juga bisa dimanfaatkan untuk minuman. Biji kering direndam dalam air hangat kemudian disaring dan dicampurkan ke dalam jus, teh, atau minuman segar.
Perbanyakan dan Fenologi
Genus Ocimum tersebar luas di wilayah tropis Afrika, Amerika, dan Asia dengan total 30 spesies. Spesies lemon basil merupakan hibrida asli dari Ocimum bacilicum. Lemon basil (O. africanum L.) terbentuk dari hasil persilangan antar spesies dari Ocimum americanum L. dengan Ocimum bacilicum L. dan didokumentasikan pertama kali oleh Loureiro (2). Perbanyakan tanaman lemon basil dilakukan secara generatif melalui biji dan juga vegetatif melalui stek batang. Sebagian besar budidaya lemon basil dalam skala produksi ditanam dari benih. Benih yang digunakan berasal dari genotipe terpilih dan telah melalui proses seleksi yang ketat.
Pertumbuhan lemon basil terdiri dari dua fase, yaitu fase vegetatif dan generatif. Tanaman lemon basil mulai masuk fase generatif saat umur tanaman sekitar 7 minggu setelah tanam (3). Fase generatif ditandai dengan munculnya bunga di setiap ujung cabang daun. Lingkungan tempat tumbuh menjadi faktor penentu pertumbuhan lemon basil. Karena lemon basil merupakan tanaman asli wilayah tropis Afrika, maka kondisi lingkungan dengan iklim hangat, sinar matahari cukup, dan curah hujan rendah sangat ideal untuk lemon basil. Wilayah dengan musim dingin dan suhu rendah menyebabkan tanaman tumbuh kerdil selama masa vegetatif (J-diferential).
Daun dapat menjadi indikator utama pada tanaman untuk menunjukkan responnya terhadap kondisi lingkungan. Pada lingkungan dengan suhu lembab tanaman lemon basil masih bisa tumbuh, tetapi memiliki kemunduran pada penampilan tanaman seperti ukuran daun yang lebih kecil.

Manajemen Budidaya
Budidaya lemon basil secara komersil sangatlah mudah dan memiliki cost yang sangat rendah karena tanaman tersebut memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Tentunya harus tetap memperhatikan ekologi dan genotipe tanaman yang akan di budidayakan, karena dua hal tersebut dapat mempengaruhi karakter tanaman dan hasil produksi (4). Lemon basil dapat tumbuh dengan sangat baik di wilayah tropis
dengan iklim hangat. Di negara-negara Asia Tenggara dengan iklim tropis khususnya, budidaya dapat dilakukan sepanjang musim kemarau dan musim hujan. Dapat ditanam secara monokultur atau polikultur . Apabila ingin menanamnya sepanjang tahun dapat menerapkan sistem rotasi tanam, karena lemon basil termasuk tanaman semusim. Penanaman lemon basil secara komersil dapat dilakukan di dalam rumah kaca maupun di lahan terbuka. Panduan yang ditulis nantinya lebih mengarah pada penanaman lemon basil pada lahan terbuka di wilayah dengan iklim tropis.
1. Persiapan Lahan
Pelaksanaan budidaya tanaman lemon basil dimulai dengan melakukan persiapan lahan, bisa dilakukan dengan olah tanah maupun tanpa olah tanah pada semua jenis tanah. Penanaman dengan olah tanah perlu dilakukan pembalikan tanah, pembersihan gulma, dan terakhir pembuatan bedengan. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 40 cm dan panjangnya menyesuaikan kondisi lahan dengan jarak antar bedengan 80 cm. Berikan lapisan kompos dibagian atas bedengan sebagai pupuk dasar dengan ketebalan hingga 8 cm atau lebih dan campur dengan tanah menggunakan cangkul atau garpu gali. Pemilihan jenis kompos statik untuk diaplikasikan dilahan produksi lemon basil memiliki pengaruh yang baik untuk pertumbuhan vegetatif tanaman dan produksi kandungan atsiri (4).
2. Penyemaian benih
Penyemaian benih dilakukan di dalam rumah kaca yang tidak jauh dari lahan penanaman untuk memudahkan akses selama penanaman berlangsung. Penggunaan media kompos daun sangat direkomendasikan untuk melakukan penyemaian. Letakkan media kompos kedalam tray semai agar lebih mudah dalam proses pindah tanam nantinya. Selanjutnya memilih benih yang berkualitas merupakan kunci dasar dalam budidaya lemon basil. Pilih benih yang sudah tersertifikasi atau jika memungkinkan bisa menggunakan benih yang telah anda seleksi secara mandiri. Taburkan benih kedalam lubang semai yang telah dibuat pada tray semai. Selanjutnya menjaga kelembapan media semai menjadi sangat penting selama proses perkecabahan benih. Memastikan benih berkecambah dengan baik sampai tumbuh daun sejati sebanyak lebih dari 3 helai untuk selanjutnya dilakukan pindah tanam di lahan terbuka.
3. Penanaman dan Perawatan Tanaman
Bibit lemon basil yang sudah siap ditanam biasanya berumur lebih dari 20 hari di persemaian. Akar tanaman yang tampak seperti jaring membentuk jalinan kuat dan jumlah daun lebih dari 3 helai menunjukkan bibit siap dilakukan pindah tanam. Penanaman dilakukan dengan jarak antar tanaman dalam baris selebar 30-50 cm. Jarak tanam tersebut cukup ideal untuk lemon basil tumbuh sampai usia 4 bulan, karena lemon basil dewasa memiliki tajuk yag cukup lebar sehingga membutuhkan ruang yang lebih besar untuk menghasilkan daun melimpah. Selama fase vegetatif berlangsung perlu dilakukan penyiangan gulma agar tidak menghalangi laju pertumbuhan dan penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal. Saat tanaman memasuki umur 4 minggu setelah tanam dapat dilakukan pemangkasan pada cabang utama untuk mempercepat tumbuhnya percabangan.
Untuk memproduksi daun segar dari lemon basil perlu melakukan pemangkasan pada bagian bunga. Saat fase generatif tiba, mulai lakukan pemangkasan bunga setiap 2 hari sekali. Pemangkasan bunga dilakukan agar tanaman dapat tumbuh lebih lama dan pertumbuhan daun tetap melimpah. Bunga yang dibiarkan akan mendominasi sehingga daun lemon basil tidak produktif dan tanaman akan cepat menua dan mati.

4. Pengairan dan Pemberian Nutrisi
Penanaman lemon basil saat musim kemarau memerlukan teknik pengairan yang tepat. Beberapa teknik pengairan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lahan. Pengairan alur dapat dilakukan dua kali dalam seminggu dan teknik pengairan tetes sangat direkomendasikan untuk efisiensi waktu dan tenaga. Pemupukan kimia pada tanah dapat mulai dilakukan saat tanaman sudah memasuki masa panen yaitu sekitar umur 5 Minggu. Pemberian pupuk NPK sebanyak 4 gram per tanaman sudah cukup untuk membantu tanaman memproduksi daun dengan baik sampai akhir masa panen. Pemupukan dapat dilakukan secara berulang setiap 2 minggu sekali. Hindari penggunaan pupuk secara foliar pada daun agar daun tidak terpapar bahan kimia secara langsung sehingga kualitas dan khasiat dari daun lemon basil tetap terjaga. Lemon basil yang ditanam selama musim hujan harus memperhatikan sistem drainase lahan dengan baik untuk menghindari lahan tergenang air saat intensitas hujan sangat tinggi. Lahan penanaman yang sering tergenang air dapat berdampak pada pertumbuhan tanaman terutama cabang dan daun. Tanaman menjadi lebih kerdil dan pertumbuhan cabang berhenti karenana penyerapan unsur hara oleh tanaman terhambat. Ukuran daun mengecil dan produksi tunas daun menurun sehingga mempengaruhi hasil produksi. Lahan yang selalu tergenang air dapat menurunkan pH tanah dan memicu terjadinya defisiensi unsur hara. Defisiensi unsur hara yang terjadi dapat langsung diekspresikan oleh tanaman melalui daun, sehingga dapat berpengaruh juga terhadap kualitas produksi.

5. Hama dan Penyakit
Pada wilayah iklim tropis, peralihan musim menjelang musih hujan merupakan waktu paling mendukung bagi hama mulai datang di lahan budidaya. Musim hujan adalah kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi penyakit menyerang tanaman lemon basil. Sistem drainase yang baik merupakan kunci untuk menjaga tanah tidak lembab, sehingga penyakit yang dimulai dari akar, batang sampai daun dapat diminimalkan. Beberapa hama dan penyakit yang sering ditemui di lahan budidaya diantaranya Aphis spp., bemisia tabacci, pythium spp., peronospora belbahrii.
Manajemen pengendalian sangat diperlukan tanpa mengaplikasikan pestisida kimia pada tanaman secara langsung. Hindari menyemprotkan bahan kimia langsung pada tanaman, untuk menjaga kualitas produksi dan khasiat yang terkandung pada daun lemon basil. Monitoring secara berkala menjadi pilihan terbaik, sehingga lebih mudah melakukan pengendalian sebelum hama dan penyakit menyebar secara luas di lahan produksi.
6. Panen dan Pasca Panen
Awal panen daun lemon basil dapat dilakukan saat tanaman mendekati akhir fase vegetatif yaitu 5 Minggu setelah tanam. Panen dapat dilakukan dengan cara memotong daun bagian tunas ujung. Daun
tanaman lemon basil dapat dipanen berulang sepanjang masa hidup tanaman tersebut dengan interval panen selanjutnya dilakukan 3 kali setiap minggunya. Daun lemon basil memiliki karakter mudah rusak setelah dipanen sehingga memerlukan pegolahan yang tepat untuk menjaga nutrisi dan khasiat yang terkandung (6). Perlakun pasca panen perlu diterapkan untuk menjaga kualitas. Daun yang telah dipanen langsung dicuci dengan air dan disimpan dalam plastik tertutup untuk menjaga kesegaran. Daun yang telah dikemas sangat baik disimpan di suhu ruang karena tidak mudah mengalami pembusukan dibandingkan penyimpanan di lemari pendingin.
Penjualan Daun Lemon Basil
Secara komersil lemon basil memiliki peluang pasar yang sangat bagus. Daun lemon basil dapat dijual dalam bentuk segar maupun kering. Daun segar yang telah dipanen dapat langsung di distribusikan ke pasar- pasar tradisional. Manajemen marketing yang baik akan membuka jalur penjualan daun lemon basil segar hingga ke supermarket dengan harga penjualan yang lebih tinggi tentunya. Penjualan daun segar langsung ke konsumen akhir seperti rumah makan dan hotel juga sangat memungkinkan dan memberikan peluang yang bagus karena dapat mensuplay kebutuhan dapur setiap hari. Pengeringan daun lemon basil juga menjadi pilihan tepat untuk penjualan skala besar melalui jalur ekspor.
Referensi
- Cakmaci, R., and Milton, A.H. 2019. Effect of innoculation with plant-growth promoting rizhobacteria on development root system of lemon basil (Ocimum x citriodorus Vis.). 2 st International Conference on Food, Agricultur ad Animal Sciences (329-336). Antalya-Turkey. (J-4)
- Kalita, M., and Devi, N. 2023. Lemon Basil (Ocimum africanum Lour.) a new distribution record from Nort East India with notes on its identity. Plant Sciences Today, x(x): 1-6.
- Khater, E., Bahnasawy, A., Abass, W., et al. 2021. Production of basil (Ocimum bacilicum L.) under different soilless cultures. Scientific Report, 1-14.
- Patel, R.P., Singh, R., Rao, B.R.R., et al. 2016. Differential response of genotipe x environment on phenology, essential oil yield and quality of natural aroma chemicals of five Ocimum species. Industrial Crops and Products, 87: 2010-217.
- Khalid, K.A., Hendawy, S.F., and El-Gezawy, E. 2006. Ocimum bacilicum L. production under organic farming. Research Journal of Agriculture and Biological Sciecnes, 2(1): 25-32.
- Mbegbu, N.N., Nwajinka, C.O., and Amaefule, D.O. 2021. Thin layer drying models and characteristics of scent leaves (Ocimum gratissimum) and lemon basil leave (Ocimum africanum). Heliyon, (2).

